Seputar Perempuan: Nrimo Ing Pandum dan Konco Wingking
 |
| Erich Fromm |
Erich Fromm dalam salah satu buku terkenalnya
"Seni Mencinta" (
The Art of loving) pernah berkata bahwa antara mencintai dengan dicintai harus tercapainya
two way traffic communication. Ketika engkau memanggil, aku akan hadir dihadapanmu. Begitu juga sebaliknya, aku berani tampil ketika engkau membutuhkanku. Aku dan engkau bersama dalam "kita'. Aku dan engkau bagaikan adonan roti yang sulit untuk terpisahkan karena tumbuhnya
fidelity (kesetiaan),
disponibility (kesiap-sediaan) dan
engagement (keterlibatan satu sama lain) dalam suka dan duka, dalam untung dan malang. Cinta akan terus mengalir walau harus mengarungi dua dunia yang berbeda. Kematian bukan hal yang harus ditakuti, namun kematian dari rasa cinta lah yang menjadi momok yang paling menakutkan. Mencintai tanpa pernah dicintai adalah suatu kemalangan. Dicintai tanpa pernah mencintai adalah sebuah eksploitasi atau penindasan.
 |
| Kahlil Gibran |