LSM: Anugerah atau Bencana?
Pada tahun 80-an beberapa kali penulis ikut Pengajian Padang
Bulan (yasinan) di rumah Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) di bilangan Patangpuluhan yang diselingi dengan
ceramah budaya oleh Cak Nun sendiri atau pakar lainnya seperti (alm) Prof. Dr. Kuntowijoyo, dll. Dalam salah satu ceramahnya yang saya ingat, Cak Nun sangat
prihatin dengan segelintir budayawan/satrawan yang “melacurkan diri” karena menjual
hasil karyanya yang bercerita tentang kemiskinan bangsanya sendiri untuk
kepentingan pribadi kepada pihak LSM atau NGO (Non-Government Organization)
luar negeri. Apalagi pada saat itu ada LSM-LSM (baca: NGO) lokal yang memotret
dan melakukan penelitian tentang ketimpangan social, kaum gelandangan,
masyarakat Kali Code hanya untuk memperoleh bantuan atau donasi dari luar
negeri.
