Istilah Vivere Pericoloso dipopulerkan oleh Bung Karno melalui sebuah pidatonya yang berjudul "Tahun Vivere Pericoloso" atau TAVIP pada tahun 1964. Kemudian surat kabar "Sinar Harapan" menamakan berita pojoknya dengan nama itu, "Vivere pericoloso". Vivere Pericoloso berasal dari bahasa Itali yang bermakna "Hidup penuh bahaya". Bung Karno yang memiliki kelebihan atau "weruh saduruning winarah" memprediksi bakal terjadinya gonjang-ganjing di bumi pertiwi tercinta kita ini. Konsep "Nasakom" (Nasional-Agama dan Komunis) yang menjadi obsesinya sejak tahun 1927, ternyata tak seideal seperti yang diharapkannya. 3 kelompok elit bangsa ini tidak bisa menyatu bagai minyak dengan air. Bahkan saling kasak-kusuk, yang satu ingin menjatuhkan yang lainnya. Dimulai dengan isu "Dewan Jenderal" dan "Dewan Revolusi" dan Puncaknya adalah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI Gestapu: (Gerakan September Tiga Puluh) versi ABRI dan Gestok (Gerakan Satu Oktober) versi PKI.
Showing posts with label gestok. Show all posts
Showing posts with label gestok. Show all posts
February 01, 2013
Vivere Pericoloso
Vivere Pericoloso dan Rutinitas
Istilah Vivere Pericoloso dipopulerkan oleh Bung Karno melalui sebuah pidatonya yang berjudul "Tahun Vivere Pericoloso" atau TAVIP pada tahun 1964. Kemudian surat kabar "Sinar Harapan" menamakan berita pojoknya dengan nama itu, "Vivere pericoloso". Vivere Pericoloso berasal dari bahasa Itali yang bermakna "Hidup penuh bahaya". Bung Karno yang memiliki kelebihan atau "weruh saduruning winarah" memprediksi bakal terjadinya gonjang-ganjing di bumi pertiwi tercinta kita ini. Konsep "Nasakom" (Nasional-Agama dan Komunis) yang menjadi obsesinya sejak tahun 1927, ternyata tak seideal seperti yang diharapkannya. 3 kelompok elit bangsa ini tidak bisa menyatu bagai minyak dengan air. Bahkan saling kasak-kusuk, yang satu ingin menjatuhkan yang lainnya. Dimulai dengan isu "Dewan Jenderal" dan "Dewan Revolusi" dan Puncaknya adalah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI Gestapu: (Gerakan September Tiga Puluh) versi ABRI dan Gestok (Gerakan Satu Oktober) versi PKI.
Istilah Vivere Pericoloso dipopulerkan oleh Bung Karno melalui sebuah pidatonya yang berjudul "Tahun Vivere Pericoloso" atau TAVIP pada tahun 1964. Kemudian surat kabar "Sinar Harapan" menamakan berita pojoknya dengan nama itu, "Vivere pericoloso". Vivere Pericoloso berasal dari bahasa Itali yang bermakna "Hidup penuh bahaya". Bung Karno yang memiliki kelebihan atau "weruh saduruning winarah" memprediksi bakal terjadinya gonjang-ganjing di bumi pertiwi tercinta kita ini. Konsep "Nasakom" (Nasional-Agama dan Komunis) yang menjadi obsesinya sejak tahun 1927, ternyata tak seideal seperti yang diharapkannya. 3 kelompok elit bangsa ini tidak bisa menyatu bagai minyak dengan air. Bahkan saling kasak-kusuk, yang satu ingin menjatuhkan yang lainnya. Dimulai dengan isu "Dewan Jenderal" dan "Dewan Revolusi" dan Puncaknya adalah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI Gestapu: (Gerakan September Tiga Puluh) versi ABRI dan Gestok (Gerakan Satu Oktober) versi PKI.
Subscribe to:
Posts (Atom)
